Showing posts with label Bumble Bee. Show all posts
Showing posts with label Bumble Bee. Show all posts

Thursday, September 15, 2011

Bee Colony

Bumble bee is really something to me. It all about loving, caring, fighting, eating, crying, and chatting all day long. It’s all about us (minjem kata2nya ceriwis). So here’re the ones who have made my life brighter, exciting, challenging, and so on, and so on…………………………..

My Fera Busfina Zalha - kamu tuh gak ada duanya di dunia. Thanks untuk percakapan from our first meeting (depan jurusan, nunguin Pak Anwar, ingat?), untuk jadi tempat bertanya (structure itu emang menyebalkan kadang), dan untuk kehebohannya (hilang ini-itu, jatuh ini-itu).

My Sri ‘Ji Hoon’ Wahyuni (penting gak si nambahin Ji Hoon ditengah?) – I envy you karena terlalu imut. And many thanks for your time, for our long night chat. It’s really mean to me. Dan tak kalah pentingnya thanks buat kerelaan hatinya untuk membantuku menjalankan bisnis.

My Karlina Mutia – kamu akan terus jadi tempat bertanyaku tentang fashion (apa nama barang yang  ini. Gimana cara makenya. Apa nama barang yang itu. Apa nama kain itu, dan segalanya tentang fashion). Mungkin aku bakal terus out of date tanpa kamu, Kar. Makasih buat pelajaran-pelajaran yang gak ada diajarkan di kampus.

My Fajrinur – kita punya hobi yang sama. Sama-sama suka baca novel (catat ya, novel! Bukan textbook. :P). Jadi almost topic yang diperbincangkan pasti berkisar tentang “eh, uda baca novel ini? Atau eh, novel ini seru gak? Atau ngapain? Keluar yuk cari novel! Atau minta film dunks”. Yah satu lagi kesamaan, pelototin film. Apa jadinya aku tanpamu dan hobi kita.

My Nurul Latifa – kalau kamu, apa jadinya bumble bee tanpamu, hun! Lucu, ceria, malah yang bikin tambah lucu adalah kamu tuh bisa menertawakan suara ketawamu sendiri (coba ingat saat kita bukber di warnek). Walau kadang-kadang bahasa Indonesiamu kacau (kebanyakan belajar English ya?), kamu pasti yang paling aktif. Organisasi sana-sini, pergi sana-sini. Tapi walaupun demikian, makasih buat semua hal pernah kamu lakukan buatku, buat kita.


Buat all of my best friend ever,
Entah jadi apa hidupku tanpa kalian, as I said before, kalian mencerahkan hari-hariku. Kalian punya pengaruh positif buatku. Penyuntik semangat, juga pengingat. Love you much, much, and much! Perhatian dan pengertian yang kalian tumpah ruahkan kepadaku itu benar-benar sesuatu (kata2 siapa yah ini?). Thanks guys and keep fighting! ^_^ 

Tuesday, September 13, 2011

“QUOTES FOR YOU, BUMBLE BEE”

“As we grow up, we learn that even the one person that wasn’t supposed to ever let us down, probably will. You’ll have your heart broken and you’ll break others’ heart. You’ll fight with your best friends or maybe even fall in love with them, and you’ll cry because time is flying by.

So, take a lot of pictures, laugh a lot, forgive freely, and love like you’ve never been hurt. Life comes with no guarantees, no time outs, and no second chances. You just have to live life the fullest, tell someone what they mean to you, speak out, dance in the pouring rain, hold someone’s hand, comfort a friend in need, fall asleep watching the sun comes up, stay up late, and smile until your face hurts. Don’t be afraid to take chance or fall in love and most of all, LIVE THE MOMENT because every second you spend angry or upset is a second of happiness you can never get back.”1

See, it doesn’t matter how much we laugh or how many times we do silly things, because we live in the moment, we create our memories. Sweet memory if I can add. Remember our conversation? Tentang keharusan mengurangi haha-hihi-gak-jelas? Good idea, but………………………………………..

Haha-hihi-gak-jelas itu perlu karena ketika nanti kita bertengkar (I really hope not) atau down abis, hal-hal yang seperti itu bakal jadi obat. Biarin aja dibilangin norak (do you, especially for Fe and Sri remember? Barata in Lebaran day?). We took some pics there – bener2 pengalaman pertamaku ber-pose disana. Biarin juga orang-orang bertanya-tanya kok kita betah ya duduk berjam-jam ngolor-ngidul (suer, rame lho yang nanyak!). Biarin aja orang-orang pada mikir kita tuh rame nyaingin orang2 sekompi? Hal-hal yang seperti itu bakal jadi obat.

It is our world, our happiness.

Ingat ya kapan-kapan bisa jadi OBAT. Kalau bukan sekarang, mungkin nanti. Dua tahun kedepan? Lima? Sepuluh? Atau lima belas tahun kedepan? (I wonder how old I will be, J).
Obat buat kesedihan, obat buat rasa kangen yang menggigit, obat buat rasa jenuh saat dihadapkan dengan banyak masalah. Atau obat buat sakit hati? Patah hati? J
I think yaaa, bisa aja mensejajarkan sikap penuh bijaksana dg sikap haha-hihi-gak-jelas (somebody, please makes this phrase shorter). Mungkin kita harus melihat siapa yang menjadi lawan bicara, atau ciptakan kesan manis saat bertemu orang baru? (kesan pertama pentingkan) Hmm, any other good idea guys??


At least, at this moment;

“Bernyanyilah seperti tidak ada orang yang mendengar.
Menarilah seakan tidak ada yang melihat, dan
Mencintailah seakan tidak ada yang membenci”2

Ndak perlu dipusingin burung-burung yang berkicau diluar sana (baca: orang2). Tiap orang menjalani hidup yang berbeda. Suatu hari kita pasti tertawa saat mengingat ‘this moment’. Bet me? The most important thing is that we live our life happily and catch our dream.

Again, it is our world, our happiness. ^_^



 Note:
1  a short beautiful paragraph from Antologi Rasa, Ika Natassa
2 a quote from Mario Teguh