Showing posts with label Poetry. Show all posts
Showing posts with label Poetry. Show all posts

Thursday, September 22, 2011

MENGENAL SEBUAH NAMA


Entah apa yang salah dengan nama ini. Hanya dengan melihat hurufnya sudah membuatku merasa salah.
Jadi siapa yang salah?
Aku? atau Nama?

Entah apa yang berbeda dengan nama ini. Hanya membacanya sudah membuatku berbeda.
Hanya diriku yang berbeda?
Atau juga nama?

Awal ketika mengenal sebuah nama, tak ada yang salah.
Tak ada yang berbeda.
Karena ini hanya sebuah nama.

Lantas, mengapa sekarang berubah?

Apakah cinta yang membuatnya salah? Lantas jadi berbeda?
Apakah hanya nama yang patut disalahkan? Maka jadi berbeda?

Untuk mengenal sebuah nama, hanya ini yang ada:
“Cinta itu ibarat setengah lingkaran dengan sisi diameter berpola tertentu sebagai perumpamaan karakteristik manusianya. Pola dari dua buah setengah lingkaran yang bisa saling melengkapi unyuk membuat sebuah lingkaran utuh. Hanya saja, pola sisi diameter tiap-tiap setengah lingkaran tersebut senantiasa berubah seiring dengan diri manusia yang senantiasa mengalami perubahan dalam hidupnya. Sehingga untuk mendapatkan belahan jiwa yang tepat jelas bukan dengan menunggu hingga bertemu dengan orang yang cocok, melainkan mencari dan melakukan penyesuaian-penyesuaian.” (Musim hujan kali ini, Kalpata1234)

Friday, May 27, 2011

Penjual Tiram di Darussalam

Dia buta, mulai berjalan saat fajar menyapa
Menggantikan bulan yang terjaga
Dia tak merana, walau mata tak lagi dapat membaca.
Dia juga tak terpuruk, tetapi badan tak bungkuk.

Lihatlah ia..
Dengan semangat membara untuk anak tercinta.
Oh, lihatlah ia..

Si penjual tiram
Walau hidup kadang kejam, buah hati terancam.
Tapi hidup tak kelam, suram.

Dia seorang pahlawan
yang terus melawan arus hidup yang dalam.
Dia lebih hebat,
dari seorang pejabat..

Dialah si penjual tiram,
dengan harapan tetap tertanam..


^_^

Wednesday, April 6, 2011

CINTA

Cinta..
Sebuah benda abstrak yang menghangatkan jiwa. Sebuah perasaan yang dapat menyatukan dunia. Sebuah hal yang agung, tanpa rumus matematika.
Cinta..
Tak peduli sebanyak apa, ia tetap ada. Tak peduli sedalam apa, ia ada.


Ia yang tak mengenal ruang, waktu, dan jarak, kembali menyapa.
Ia yang setia memang tak memperdulikan logika.
Cinta, tak mengenal harta, juga siapa.


Ia memang tak pernah salah, hanya titipan Yang Kuasa.
Cinta yang harus dijaga.


Dan ketika kesendirian menyelimuti cinta, apakah ia harus menangis?
Dan saat hati mulai merana, apakan air mata harus kembali mengalir?








Untuk orang-orang yang menangis dalam diam,
kesedihan bukan hanya milik kalian seorang..
Semoga cinta menyembuhkan hati yang terluka...

Sunday, December 19, 2010

Life is all about a choice

Hidup itu semua tentang pilihan. Hidup yang hari ini kita jalani merupakan akumulasi dari pilihan yang telah kita ambil kemarin, minggu lalu, bahkan tahun lalu. Baik buruknya hidup semua tergantung dengan pilihan yang telah diputuskan, apakah pilihan itu baik atau buruk.

Kalau hidup  tentang pilihan, maka pilihan mendatangkan konsekuensi. Ketika satu pilihan telah diambil dan kita dihadapi dengan konsekuensi yang tidak diharapkan, maka pilihan tetap harus dijalani, tidak bisa mundur.
Seperti puisi terkenal dari pengarang terkenal Robert Frost, silahkan dibaca:

THE ROAD NOT TAKEN

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both,
And be one traveler, long I stood,
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;

And took the other, just as fair,
and having perhaps the better claim
Because it was grassy and wanted wear,
Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,
And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I marked the first for another day!
Yet knowing how way leads on the way
I doubted if I should ever come back.
I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I,
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.
Ini salah satu puisi favorit aku. Maknanya dalam bangeet!!
Jika kita telah mengambil satu pilihan lengkap dengan segala konsekuensinya dan ternyata kita menyesal, kita tidak bisa kembali untuk mengambil pilhan yang satunya.
So, pilihlah jalan yang paling baik, yang paling bermanfaat, dan yang paling nyaman yang bisa kamu ambil karena hidup itu semua tentang pilihan. ^_^

Tuesday, September 7, 2010

Ku sayang Padamu

Sejenak aku berpikir,
seperti apa kehidupanku sekarang,
jika ia tak pernah hilang.


Sejenak aku bertanya,
seperti apa rasanya,
jika ia tak harus pergi.


Aku hanya berpikir,
ketika melihat kebahagian dari senyum lain yang terukir.
Aku hanya bertanya,
ketika merasakan rindu yang begitu menggigit hingga menusuk tulang.


Bohong jika aku tak pernah menangis.
Bohong jika aku tak pernah merindui.


Aku rindu.
Aku sayang.
Aku mencintaimu.
Hingga saat ini,
karena rasa ini akan berakhir sampai nafasku berhenti.


Doaku selalu menyertaimu.
Doa selalu ku hantarkan padamu.
Abdiku sebagai anakmu.
Ku akan selalu menyayangimu,
Ayahku.


Semoga Allah selalu menyayangimu.
Semoga Rasulullah memberi syafa'at padamu.
Semoga kita dapat berkumpul kembali,
pada akhir drama hidup di dunia ini,
ditempat yang lebih abadi.
Amin..